Sistem Publik bertemu Sistem Aplikasi

Ahmad Syauqi (kreator aplikasi under-operating system basis windows XP simulasi kesalahan terkecil regresi linier Hukum Lambert-Beer pada instrumen Spektroskopi cahaya tampak)

Heboh, hingga tingkat menteri perhubungan mengeluarkan pelarangan berkenaan aplikasi digital untuk transportasi publik. Pada Rubik Ekonomi, Kompas Senin, 21 Desember 2015, menurunkan tulisan tentang betapa kewalahan bagi pembuat regulasi di tiap-tiap Negara berkenaan dengan aplikasi untuk bisnis yaitu dengan judul Industri aplikasi Dilema Pemerintah. Pada media massa televisi pernah diberitakan konflik antara mereka ojek tradisional dan  ojek digital, yaitu pengelolaan dengan bantuan smart phone. Berkembang pula secara real melalui suatu komunikasi alat itu menjadi semakin tidak jelas bagaimana aturan perlu dibuat. Tulisan judul itu mengemukakan, tidak sedikit aturan pemerintah yang terkesan tak mampu lagi mengantisipasi perkembangan.

Suatu peraturan dibuat didasarkan atas suatu keadilan dan dalam hal transportasi menjadi jelas khususnya berkaitan dengan masalah kerugian dua belah pihak, penyelenggara angkutan dan siapa yang diangkut. Peraturan yang ada dalam hal layanan oleh pihak swasta (privat), pemerintah mendapatkan jaminan suatu yang adil melalui deretan pasal-pasal bila terjadi sengketa antara penumpang dengan penyelenggara angkutan. Demikian pula suatu layanan yang bersifat bisnis juga jelas bagi regulator (pemerintah) antara kewajiban penyelenggara layanan publik dan hak-hak yang akan diterima atas suatu peristiwa tertentu. Secara filosofis demokrasi bagi siapa saja yang menyelenggarakan layanan angkutan publik telah difasilitasi oleh Negara dalam hal ini adalah masyarakat pemerintah dengan munculnya aturan tertentu.

Tetapi bagaimana bila masyarakat domestik bergerak mendahului peraturan sebagai turunan  adanya suatu Negara era global ini? Hal ini mungkin sama rumitnya dengan perubahan iklim global. Tetapi secara mikro pemikiran di bawah ini semoga bermanfaat khususnya bagi kita.

Sistem – sistem

Perkembangan digital untuk kemudahan berinteraksi melalui komputer atau bentuk lainnya yang dikenal dengan dasar komputer adalah instrument yang dapat diberikan aplikasi. Contoh untuk hal ini telah sangat melekat saat ini baik secara fisik dan mental pada seseorang adalah smart phone. Ia bekerja secara sistem komputer dan tergantung sistem operasinya. Sistem operasi individual smart phone dapat berjumpa dengan sistem-sistem lainnya  (interfase) melalui suatu komunikasi peralatan dengan suatu protokol tertentu. Dalam sistem internet protocol ini dikenal dengan sebutan IP dan telah berkembang untuk identifikasi serta keamanan khusus. Sistem yang lebih besar lagi adalah cara kerja informasi dalam dunia maya yang mendasarkan tempat tertentu (host) yaitu situs.

Pengelolaan situs telah tersistem dan bagaimana search engine, layanan gelombang yang menghubungkan satu sama lainnya, dunia iklan, bank dan terminal komputer, smart phone, terjalin dalam suatu bisnis.  Contoh yang marak adalah benlanja on-line yang saling menguntungkan antara penyelenggara berbagai layanan, sehingga seseorang yang duduk di kursi dalam kamar rumah atau dimana saja berada dapat bertransaksi dan memperoleh jasa-jasa tertentu. Gelombang yang menghubungkan satu dengan lainnya telah banyak ditemui titik-titik tertentu untuk dapat dilacak bagi yang berkepentingan sehingga akan bertemu dengan sistem yang dibuat melalui aturan yang adil dan hak demokrasi untuk hidup dalam bisnis terjamin. Sistem layanan telah sangat menguntungkan bagi penyelengara layanan dalam sistem: komunikasi dalam internet.

Internet memberikan hubungan-hubungan jutaan komputer dengan dasar elektronis antar penyelenggara layanan, dalam hal ini, bisnis jasa angkutan publik dan siapa pihak peminta jasa. Pada anggapan sistem formal bentuk usaha lebih dahulu dapat terdata oleh bentuk usaha yang dimiliki oleh penyelenggara jasa.  Aturan yang mendahului penyelenggara jasa  ini adalah secara formal telah terdata fisik alamat surat dimana mereka berada seperti bentuk usaha macam apa yang dimiliki penyelenggara jasa. Oleh karenanya turunan sistem yang mereka buat dapat dianggap telah memenuhi hak dan kewajiban tertentu sebagai aturan yang meliputinya. Sebagai contoh adalah blue bird memiliki aplikasi digital untuk kota Bandung dan tak asing lagi bahwa sistem operasinya mengikuti aplikasi komputer dan/atau smart phone. Konsekwensi atas interaksi dengan aplikasi tersebut adalah kembali kepada pihak penyelenggara jasa dan pengguna jasa angkutan itu.

Suatu sistem aplikasi sebelum dipasang sudah tidak asing lagi telah ada penawaran hak dan kewajiban bagi pembuat, penyelenggara layanan dan pengguna aplikasi itu untuk setiap alat yang dimanfaatkan. Apakah bagi pengguna telah mengetahui, dengan membaca atau tidak (mencentang persetujuan) dianggap telah sepakat dalam hal pemanfaatan aplikasi. Karakteristik seperti itu mungkin tidak terasa bila hanya beberapa rupiah atau dolar US sebagai konsekwensi aliran suatu sifat bisnis berkenaan aplikasi itu sendiri. Tetapi sistem yang mereka bentuk ada tahapan yang dilalui bila hal ini mempunyai nilai (dampak) yang lebih besar. Persoalan yang sering dijumpai adalah apakah pengguna benar-benar meengetahui/memahami suatu sistem-sistem.

Kreator suatu aplikasi disyaratkan memahami algoritma yaitu bagaimana suatu sistem aplikasi yang dibentuk dapat dipecahkan masalah yang ditemuinya. Suatu sistem aplikasi terkandung suatu pilihan apa bagi pengguna memberikan suatu keputusan yang dipilihnya. Pilihan itu difasilitasi oleh suatu variabel dalam sistem program komputer (software) dan bagi kreator aplikasi akan mengarahkan untuk diakhiri atau masih terus ingin menggunakannya. Berdasarkan hal ini bergerak kepada sistem yang lebih besar atau bertemu dengan sistem-sistem lainnya baik hardware dan software pertanyaan yang diajukan adalah jenis apa dan berapa variable yang diperlukan.

Sistem angkutan untuk menjamin keadilan bagi pengguna jasa dan penyelenggara jasa antara lain adalah sistem pendataan kendaraan oleh polisi, pajak oleh pemda dan kelaikan jalan oleh DLLAJR; ketiganya adalah masyarakat pemerintah. Dua sistem yang diintregasikan adalah bentuk layanan STNK dan pajak, sedangkan kelaikan jalan bagi kendaraan umum/angkutan manusia dan barang adalah uji fisik performance kendaraan termasuk dampak lingkungan seperti emisi dari knalpotnya. Hal tersebut telah dipahami tahapan sistemnya bagi perorangan dan bentuk usaha tertentu bidang angkutan. Luaran dari sistem itu adalah jaminan kepada pengguna jasa bahwa ada hak-hak dan kewajibannya yang perlu disampaiakan atas suatu peristiwa tertentu, hak-hak dan kewajiban bagi dunia usaha yang mereka peroleh/diberikan dan masyarakat pemerintah dapat menjalankan kewajiban kerjanya kepada Negara dan rakyatnya.

Sistem fisik yang telah ada saat ini bertemu dengan sistem yang lebih abstrak. Belum secara umum diketahui bagaimana kedua sistem itu bertemu dan bekerja. Pertanyaannya mungkin diajukan adalah variabel apakah yang diperlukan jika kedua sistem itu diintegrasikan?

Suatu pengabdian kepada msyarakat pengajar Biologi Komputasi