Adakah Nilai Teknologi Sanitary Landfill dalam Agama?

Hasil Pemikiran dan rekayasa tentang cara pembuangan sisa-sia bahan organik alami selain dikomposkan telah melahirkan teknologi sanitary landfill. Teknologi tersebut dalam pandangan pengelolaan lingkungan ditujukan untuk mengurangi cara open dumping yang telah manjadi tradisi dan menjadi persoalan dalam kehidupan masyarakat urban. Perosalan yang muncul adalah efek pencemaran gas rumah kaca dan air lindi (leachate) kepada udara dan sumber air dan tanah.

Saitary landfill diartukan sebagai cara pembuangan terakhir dalam sel-sel tertutup, berlapis-lapis dan ditempatkan serta didesain untuk kebutuhan meminimalkan polusi berhubungan dengan emisi gas (rumah kaca), pengangkutan, bau, kontaminasi permukaan seperti erosi, air lindi, dan estetika lainnya.

Teknologi tersebut diajukan dari ita untuk kita sehubungan dengan peniadaan apa yang disebut ebagai eksternalitas, yaitu ada biaya-biaya yang dikeluarkan akibat semua pengaruh gaya hidup kita utamanya masyarakat urban, dengan ciri konsentrasi populasi yang tinggi. Tanggungjawab ada pada masyarakat, municipalities, swasta dan domestik. Kata yang sederhana adalah sebelum kita gerah, sumpek, sakit misalnya, lebih baik urunan untuk membangun teknologi itu daripada kita tanggung sendiri akbitanya nanti berupa dampak dan ongkosnya kita semuanya yang menanggungnya.

Sebagai ilustrasi dalam teknologi untuk mengurangi BOD (biological oxygen demand) ada biaya-biaya untuk memasukkan oksigen dengan pompa udara yang ditanggung oleh siapa yang menghasilkan limbah cair. Saat sekaang hal itu menjadi penting, sebab kalau nantinya oksigen habis di perairan dan semua sumberdaya berasal dari air tidak dapat menghidupi kita, malah kita sendiri dibuat pusing dan yang paling penting ada ongkos-ongkos yang harus dikeluarkan saat terkena dampaknya. Sebelum dampak itu datang kita semua yang bertanggungjawab dengan pembagian tugas menurut keahliannya masing-masing.

Dari kasus-kasus lingkungan hidup ada satu hal yang belum dipikirkan orang banyak yaitu motivasi dari agama yaitu kesadaran itu semua ada nilainya di mata agama. Pengeluaran pembiayaan dari berbagai sumber tidak asing lagi bila didahului oleh nilai sosial yang ada pada sekitar kita. Bagi swasta ada kegiatan bersifat sosial untuk bisnis dan lingkungannya; municipalities telah menjadi karakteristik yang menempel/melekat pada dirinya yaitu pelayanan masyarakat, tidak memberi titik berat politisnya yang telah mereka capai; residen telah urunan, walaupun tidak mencukupi, ditingkat rumah tangga dan sekitarnya. Selanjutnya dari berbagai agama yang kita memeluknya, kita cari melalui kesadaran kita untuk kemanfaatan kita sendiri sesuai dengan agama masing-masing.

Nilai teknologi sanitary landfill dengan karakteristiknya yang melekat adalah nilai kebersihan dan kesucian/sanitasi lingkungan sekitar. Dalam agama Islam kebersihan merupakan ajarannya bersifat mengikat pada pemeluknya dan dapat saja dilakukan oleh selain pemeluknya. Ajaran itu adalah Imam Al-Hakim beriwayat; ” Rasulullah bersabda: ‘Sesungguhnya Allah itu baik, menyukai kebaikan, Allah itu bersih dan menyukai kebersihan, Allah itu mulia dan menykai kemuliaan. Maka, bersihkanlah rumahmu dan lingkunganmu’ (Referensi dari mantan wartawan, kolumnis dan bupati Wonosobo Jawa Tengah; H.A. Kholiq Arif. Khotbah Jum’at Memberdayakan Lingkungan. Pusataka Pesantren. Yogyakarta. Hal. 28)

Oleh karena itu hasil teknologi sanitary landfill memberikan deep undertanding tentang kata kebersihan sebagaimana disebut oleh Rasulullah SAW. Bila ditarik lebih jauh lagi maka teknologi tersebut dihasilkan oleh sekian ribu penelitian yang merupakan kegiatan SAINs. Jadi hubungan antara Sains yang menghasilkan teknologi tersebut dengan agama sangat erat sekali.

Siapa yang tidak bergembira bila semua orang yang terkait untuk melaksanakan teknologi itu kemudian dinilai telah melaksanakan ajaran agamanya. Tidak ada orang yang mengingkarinya. Mengapa? Hal ini menyangkut rasa yang ada dalam jiwa. Terkadang rasa itu tidak dapat diceritakan, walaupun hanya berkutat pada persoalan limbah, sampah, B3 dan lainnya yang dianggap tidak bernilai.

Dimanakah nilai itu? penjelasan pendek di atas berada pada maksud konservasi pada hukum alam berkaitan siklus zat, sosial, ekonomi (eksternalitas) dan budaya. Kita dapat departure dari sains dan teknologi dan/atau agama sesuai kesadaran yang ada, karena nilainya sama dan sebangun.

2 Responses to Adakah Nilai Teknologi Sanitary Landfill dalam Agama?

  1. maJTn1 Im grateful for the article post.Much thanks again. Awesome.

  2. Pingback: Vanessa Smith

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *