Kebohongan Profesional

Kompas 29 Juni 2016, menurunkan laporan dan artikel tentang vaksin palsu. Judul di halaman muka menyebut presiden, menunjukkan hal ini menjadi sangat penting hingga tingkat Negara. Betapa tidak suatu produk vaksin dibuat oleh mereka yang HARUS mempunyai kompetensi pada bidang biokimia dan mikrobiologi, khususnya terkait dengan bidang medis. Hal demikian dalam laporan itu memang telah sangat pragmatis dan sangat nampak tidak memiliki kompetensi pada bidang dasar dan aplikasi ilmu dan teknologinya. Hal yang perlu kompetensi untuk penyimpanan vaksin saja adalah tahu tentang mengukur suhu udara dan alat yang digunakan, almari dengan penghasil udara dingin dan bagian mana yang sesuai suhu 2 – 8 derajat Celsius; produk tersebut malah disimpan di almari es bercampur makanan. Sangat memprihatinkan dilihat dari sudut pandang ini; tidak memiliki kompetensi. Apalagi pembuat vaksin palsu; dari laporan itu condong kepada hal ekonomis yang dibuat oleh orang telah tahu seluk beluknya.

Argumentasi sudah disebutkan oleh artikel harian tersebut, berkenaan dengan cairan infus yang bersifat elektrolit tubuh, antibiotik dengan kuantitas yang tidak menimbulkan dampak resistensi, cara pemindahan dengan kemungkinan secara septis karena mereka telah tahu teknis aseptisnya. Cairan infus telah steril, antibiotik Gentimicin (Wahyudi, 2016) adalah pembunuh mikroba tertentu, dan alat suntik telah dibuat steril oleh produsennya. Konsistensi steril tinggal menggunakan laminar air flow untuk mencampurkan semua itu dan dikemas sebagaimana telah diketahui kemasan vaksin palsu itu, seperti teknik pengemasan steril pada produk air minum.

Berkaitan dengan realitas itu yang menjadi pemikiran pada sisi lainnya, adalah kebohongan yang ada pada ranah profesional. Tidak mungkin mereka dapat mengerjakan vaksin palsu kalau tidak mempunyai pengetahuan & pengalaman sekaligus dalam bidang pelaksanaan pengobatan. Namun peluang untuk melakukan kebohongan dan motif ekonomi nampak jelas berdasarkan selisih harga oleh jenis vaksin tertentu dan ada segmen non program pemerintah (Sampurno, 2016); walaupun diprediksi kurang dari 5%. Kebohongan profesional sangat penting artinya dan pihak pemerintah sangat perlu untuk memperhatikan hal itu.

Argumentasi dari segi bahaya terhadap mereka yang telah divaksin palsu adalah dampak yang ditimbulkan oleh tidak adanya efek antibodi terhadap kuman yang dimaksud. Efek untuk maksud vaksin antibodi tuberculosis tidak terbentuk, secara hipotesis bila mereka yang divaksin dan ternyata terkena kuman kemudian telah menjadi sakit, dapat dihitung dampaknya; secara moral dan kerugian material lainnya dikemudian hari. Dampak lainnya adalah lingkungan luar bagi pendidikan tidak sejalan dengan pembentukan tenaga professional, yaitu lingkungan penuh kebohongan membuat para peserta didik hanya ingin formalitas ijazah dan tidak mempunyai semangat untuk meraih prestasinya. Efek secara tidak langsung ini, dapat ditiadakan bila ditindak secara hukum yang berlaku dengan pembuktian kepada segala efek (sebelum dampak) yang timbul.

Masalah lingkungan luar yang tidak kondusif bagi pendidikan profesional seperti kasus-kasus yang jelas menunjukkan tidak adanya integritas bagi profesional itu. Secara mudah dipahami, kaum profesional adalah mereka yang bekerja dengan pengetahuan dan pengalamannya dan memperoleh honor (penghargaan dalam bentuk gaji dan kelengkapannya) untuk kembali meningkatkan apa yang diketahui dan di alami dalam perjalanan pengelaman bekerjanya. Oleh karena itu dalam dunia industri maju bidang pendidikan berada pada level kedua setelah mereka yang ada di industri. Namun pembentukan sumberdaya profesional secara konprehensip ada di lembaga pendidikan dibanding di industri dengan kekhususannya. Pelaku kebohongan profesional vaksin palsu memiliki banyak sisi hingga mereka memutuskan mencari jalan pintas dengan banyak mengambil keuntungan dan demi keuntungan saja serta jauh dari profesional. Mereka menjadi orang-orang yang menghapus nilai-nilai kerja profesional, nilai keselamatan penggunaan produk, nilai kualitas produk atau pemalsuan dan menciptakan dampak pelemahan institusi masyarakat profesional.

Referensi

Harian Kompas. Rabu 29 Juni 2016.

Hartana, I. Tanpa Tahun. Integritas dan Komitmen dalam Bekerja. Tips Profesional. Blog OT. Akses tanggal 29 Juni 2016. URL: http://ot.id/tips-profesional/integritas-dan-komitmen-dalam-bekerja.

Sampurno. 2016. Vaksin Palsu dan Bayi Kita. Segmen Opini. Harian Kompas Rabo 29 Juni. Hal. 6 Kol.2 – 5.

Wahyudi, MZ. 2016. Kesehatan Masyarakat. Mendekati Kasus Vaksin Palsu. Segmen Iptek Lingkungan&Kesehatan. Harian Kompas Rabo. 29 Juni. Hal 14. Kol 2 – 6.

Suatu Pengabdian kepada Masyarakat dari Dosen Mikrobiologi Lingkungan Jurusan Biologi FMIPA Unisma