Konsep Berat Atasi Banjir Jakarta: Memutar Sehelai Daun

Musim penghujan tiba dan sebagaimana kondisi ibukota Jakarta kembali dilanda banjir berat. Laporan terakhir kondisi jalan-jalan utama telah tidak dapat dilewati oleh karena ketinggian permukaan air di jalan-jalan itu. Stasiun televisi memberikan update berita pada umumnya memberikan keadaan akhir kondisi banjir Jakarta; Darurat Banjir, bukan darurat lainnya. Demikian kondisi ibukota menjadi sangat penting bagi semua orang untuk berpikir, memberikan pendapat, tips-tips menghadapi banjir itu.
Sebagai orang yang sedang belajar, saat ini lagi penuh-penuhnya informasi dari buku-buku teks lingkungan, karena memang sedang belajar masalah-masalah lingkungan hidup. Selayaknya dalam memberikan pendapat terlebih dahulu mengemukakan asumsi; bahwa Jakarta berada di bagian utara dengan kondisi alam tercipta sebagai hilir dari hulu di sebelah selatannya. Kondisi itu ditempati sebagai ibukota yang secara ekonomi lebih dari daerah yang lainnya, dan karenanya banyak orang berdatangan ke Jakarta. Dua hal itu membuat Jakarta tidak lain seperti saat ini; banjir di musim penghujan.
Pakar hidrologi menggambarkan daerah aliran sungai (DAS) seperti sehelai daun. Bagian hilir adalah tangkainya dan urat-urat daun merupakan bagian hulu. Tentu adanya air yang mengalir karena hulu mempunyai ketinggian lebih dibanding dengan hilirnya. Diilustrasikan seperti sehelai daun dengan bagian tepi saling mendekat. Mengikuti gambaran para pakar tersebut, suatu areal berada di provinsi Jawa Barat (Bogor dan sekitarnya) dan Jakarta; juga dapat digambarkan tangkai daun berada dijakarta dan helai daun beserta urat-urat berada di bogor dan sekitarnya.
Konsep yang diturunkan untuk menyelamatkan Jakarta pada cuaca ekstrim seperti skarang, apakah dapat memutar sehelai daun itu agar tangkainya berada disebelah timur, barat atau selatannya lagi? Berapa puluh tahun untuk mengalihkan urat-urat daun sesuai tangkai yang ingin ditempatkannya?
Eropa dan Asia ada terusan Suez yang pernah dibuat, Pasifik dan Atlantik ada terusan panama. Kota-kota di Amerika dan Italia pernah ngotot untuk mengalirkan air sebab kekurangan dan menyusun keindahan. Sebaliknya Jakarta ingin mengurangi airnya.
Alam memberikan peluang kreasi-kreasi untuk apa yang diinginkan oleh manusia dalam keadaan kekurangan dan kelebihan air. Mudah-mudahan mengalihkan tangkai daun bukan suatu konsep yang berat.

This entry was posted in Habitat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *