UJI SEDERHANA EFEKTIVITAS FUNGSI SANITIZER ANTI VIRUS

Ahmad Syauqi

Saat sekarang telah mewabah mikroorganisme yang telah digolongkan kepada suatu makhluk tanpa bentuk sel sebagaimana umumnya makhluk lainnya. Makhluk dengan nama virus dikategorikan sebagai partikel yang terdiri atas molekul molekul tetapi ia dapat memperbanyak dirinya. Bentuk sel seperti umumnya makhluk dan virus dengan kesamaan ciri berkembang biak, terdapat pula perbedaan yaitu ia memerlukan bentuk sel sebagai rumah dan mengeksploitasi material sel untuk dirinya. Sifat ini digolongkan sebagai parasite dan menimbulkan penyakit bagi yang memiliki sel. Pemilik sel seperti kita manusia berakibat sakit, hingga menimbulkan kematian.

            Wabah virus dengan nama Covid-19 telah dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan, sehingga kita berpacu dengan keberadaan sebaran virus itu untuk menahan dan bahkan mengalahkan perkembangbiakan mereka. Tidak sedikit yang telah menderita akibat keberadaannya di banyak tempat dan Negara di dunia. Hal itu telah mencukupi untuk disebut sebagai pandemi virus yaitu suatu penyebaran penyakit hingga melintasi benua. Usaha untuk menghadapi antara lain telah dilakukan studi dengan senyawa kimia dan konsentrasinya (Ramadhan, 2020) untuk mengetahui pengurangan masa hidup virus.

            Karakteristik virus yang dipelajari adalah bagaimana ia dapat datang, menempel pada sel, melakukan pembukaan bagian luar dan masuk ke dalam sel. Mengapa mereka dapat dengan mudah mendatangi sel, telah menjadi fakta bahwa penyakit sebab virus telah digolongkan kepada jenis sel sebagai tempat berkembang biak. Kita mengenal sakit flu oleh virus influenza berada pada sel organ pernafasan. Sakit Polio dicirikan oleh tidak normalnya organ kaki sebab ia berada sel syaraf untuk berkembang biak. Sakit Cacar ditandai oleh tidak kembali secara normal pada permukaan kulit wajah. Virus dengan nama Covid-19 merupakan jenis yang dapat bekembang biak di sel jaringan organ pernafasan. Dapat dibayangkan bagaimana rusaknya sel organ pernafasan sebab telah dieksploitasi untuk membentuk dirinya.

            Pada sel mikroorganisme, dan penulis mengenal untuk jenis jamur Saccharomyces cerevisiae yang suka menggerombol, ternyata terdapat molekul polimer pendek jenis protein yang akan mengadakan ikatan dengan jenis karbohidrat. Selama tahun 2018-2019 penulis dan kawan-kawan melakukan penelitian untuk memisahkan mereka dengan maksud meniadakan gerombol sel agar dapat dihitung satu persatu berapa jumlah individu dalam populasinya. Berdasar pendekatan sifat molekul protein dan bertujuan mengganggu ikatan tersebut, salah satu yang telah mafhum adalah senyawa alcohol yang digunakan oleh para dokter dan pembantunya, sebelum melakukan suntikan. Permukaan kulit di berikan alkohol antiseptic agar kontaminan berhamburan dan bersih. Penulis terinspirasi dengan hal tersebut dengan memberikan sel jamur Saccharomyces cerevisiae bergerombol kepada cairan alcohol tertentu tetapi sel masih hidup atau aktif.

            Fakta di alat mikroskop dapat dilihat gerombol sel telah berkurang dengan menambahkan pengaruh fisik yaitu gaya sentrifugasi untuk mengendapkan dan mensuspensikan kembali (Syauqi dkk., 2018). Studi tersebut telah tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) nomor pencatatan : 000111663 bulan Juli tahun 2018.

Atas dasar hal tersebut dapat dilakukan analogi terhadap kesamaan karakteristik virus sebagai partikel yang tersusun oleh protein pada bagian luar (Gambar 1) dan membungkus Asam Deoksiribo Nukleat (ADN=DNA: Deoxiribo Nucleic Acid atau Asam Ribo Nukleat (ARN=RNA: Ribo Nucleic Acid). Pada virus influenza pada envelop mempunyai suatu protein yang berfungsi untuk membuka (menghacurkan) sel yaitu suatu ensim; Neuraminidase, sedangkan Hemagglutinin mengikat ke sel reseptornya (Nester et al., 2007). Gangguan kestabilan molekul protein yang mempunyai banyak fungsi dan berakibat rusaknya susunan molekul itu disebut denaturasi. Konsep ini dalam pembelajaran tentang molekul protein diberikan kepada albumin dengan pengaruh panas, asam zat jenis organik melalui tolok ukur kenampakan yang jelas. Dapat pula dilakukan dengan metode yang sederhana kepada albumin telur.

            Kita sangat familiar kepada telur rebus yang berubah pada putih telur, dari tak berwarna menjadi putih padat. Tanda ini pada pemahaman tingkat molekuler adalah adanya denaturasi pada albumin oleh pengaruh panas. Dengan demikian dapat dijadikan suatu tolok ukur adanya kerusakan protein oleh suatu senyawa tertentu dengan melihat terjadinya denaturasi yang sama pada protein putih telur.

Tes Efektifitas bahan Sanitizer

Pada konteks berpacu dengan covid-19 banyak usaha mulia untuk membuat sanitizer dengan berbagai macam bahan baku, baik ditingkat sekolah menengah, perguruan tinggi maupun industri. Istilah sanitizer berasal dari sanitasi yang berarti suatu bahan tertentu yang dibuat untuk kebersihan benda. Pada penjagaan kebersihan badan seperti tangan misalnya, bahan pembersih untuk konteks virus diartikan bersih dari mikroorganisme virus atau mikroorganisme sel lainnya. Organisme yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop dengan mudah dibersihkan dengan air seperti adanya tekanan lebih. Sebagaimana adanya sifat yang menempel kepada sel kulit, belum tentu hanya dengan air saja organisme itu dapat lenyap.

Gambar 2. Wadah dan Putih Telur dengan Gumpalan Putih

            Material sanitizer menurut konsep diatas adalah dapat mengganggu ikatan pada molekul protein dan apakah efek merusak protein itu memenuhi maksud yang ditujukan? Uji secara cepat dengan konsep denaturasi dapat dikerjakan kepada putih telur. Langkah pengujian dapat dilakukan berikut;

  • Diambil putih telur secukupnya dan ditempatkan pada wada tanpa warna (gelas transparan) atau stainless steel (Gambar 2),
  • Dituangkan secukupnya cairan sanitizer kepada putih telur,
  • Digoyangkan wadah hingga terlihat gumpalan warna putih,

Adanya gumpalan berwarna putih dapat diartikan sebai efektifitas bahan sanitizer kepada kerusakan molekul protein.

Pada bahan alcohol 70% telah menunjukkan adanya daya denaturasi dan hingga saat ini masih tetap dipakai oleh kalangan penyelenggara kesehatan. Ketiadaan denaturasi dapat diartikan tidak efektif untuk merusak materi protein pada bagian luar partikel atau dinding sel mikroorganisme yang berpotensi untuk menempel di permukaan sel kulit. Selain bahan alcohol dapat diambil suatu fungsi yang sama yaitu adakah mempunyai daya denaturasi kepada protein bahan terluar partikel virus.

Aplikasi Etanol untuk desinfeksi pada masker

Penggunaan masker sehari-hari merupakan suatu keharusan bagi orang yang berada di luar rumah atau di tempat kerja pada masa Covid-19. Aplikasi praktis melakukan desinfeksi kepada masker diharapkan dapat mengkoagulasikan protein bagian luar pada korona virus yang akan digunakan sebagai kait ke jaringan sel. Alkohol (Etanol) yang lebih tinggi konsentrasinya; 96% dapat lebih cepat menguap dan lebih berdaya untuk mendenaturasi protein. Misalnya seseorang yang membawa masker dua buah dapat digunakan untuk tiap 2 jam sekali; saat setelah pemakaian didesinfeksi dengan cairan etanol tersebut dan dibiarkan kering. Baru setelah 2 jam berikutnya dipakai kembali dengan kondisi bau yang enak.

Referensi

Corona Virus Outbreak (covid 19) explained through 3D Medical Animation. Akses 24 Maret 2020. URL:
https://www.youtube.com/watch?v=I-Yd-_XIWJg

Nester, EW., DG. Anderson, CE. Roberts Jr., and MT. Nester. 2007. Microbiology A Human Perspective. Fifth Edition. McGrawHill-Company Inc. New York.

Ramadhan, A. 2020. Usaha Dunia Mengejar Covid-19. Segmen Internasional. Kompas.id. Akses 24 Maret 2020. URL:https://kompas.id/baca/internasional/2020/ 03/23/usaha-dunia-mengejar-covid-19/

Syauqi, A., H. Santoso, SN. Hasana. 2018. Dispersi Agregat Sel Sacccharomyces cerevisiae Tersuspensi dalam Air dengan Pengaruh Kimia-Fisik. Makalah Seminar nasional Biologi (SEMABIO) Tahun 2018 Jurusan Biologi Fakultas Sain dan Tenologi Universitas Negeri Sunan Gunung Djati Bandung 12 April 2018.

Syauqi, A. 2017. Virus. Materi Kuliah Mikrobiologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Islam malang (UNISMA). Malang.

Suatu Pengabdian Dosen Jurusan Biologi kepada Masyarakat